Langsung ke konten utama

Gelombang Angin

Daun berayun mengikuti gelombang angin
Mereka berayun bagai penari yang anggun
Mengurai cerita, berbisik lirih menyapa pujangga
Bagai tak mengurai arti, tak menepi jaman

Bagaimana hari menjadi indah
Bila mulu terkunci, hati menjerit mengucap lara
Mata hanya berbinar, tak berani menatap
Menunduk tak berani menengadah

Ibarat payung tak terlindung dari hujan
Bagai mata tertusuk abu
Aku tak terlindung dan terjatuh

Komentar